burhanuddin

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Kiamat Sudah Sangat Dekat


Masih ingat dengan konflik kekerasan di Jalur Gaza, Palestina? Ratusan korban jiwa meninggal dan ribuan luka, laki-laki dan perempuan dari setiap tingkat usia dan dari berbagai kondisi. Merekalah para syuhada di abad modern ini. Menyaksikan kebiadaban bani Israel yang sampai saat ini pun belum puas sebelum tercapai maksudnya, kita menjadi teringat dengan Hadits berikut ini :

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda,

“Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka. Sehingga, bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu, kemudian batu atau kayu itu berkata, ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi.”

Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw. Bersabda:

“Kalian akan diperangi oleh bangsa Yahudi. Lalu, kalian diberi kemenangan atas mereka, sampai-sampai batu pun akan berbicara, ‘Hai muslim, ini seorang Yahudi di balikku, bunuhlah ia!’”

Dua hadits di atas memberikan gambaran tentang akan adanya peperangan maha dahsyat di akhir zaman yang akan melumpuhkan seluruh kekuatan kafir Yahudi dan sekutu-sekutunya di seluruh dunia. Betapa hebatnya pertempuran itu, sampai-sampai batu dan kayu atas izin Allah swt. ikut berbicara menunjukkan tempat persembunyian musuh Muslimin kafir Yahudi.

Kejadian yang akan datang ini juga digambarkan juga dalam kitab mereka.

Bibel pasal Yehezkiel (7 : 15), berjudul Kesudahan Yerusalem menyebutkan:

“Pedang ada di luar kota, sampar dan kelaparan ada di dalam. Barangsiapa (Yahudi) yang di luar kota akan mati karena pedang, dan barangsiapa (Yahudi) yang di dalam kota akan binasa oleh kelaparan dan sampar.”

Bibel kitab Yehezkiel pasal 6 ayat 11 – 14 menyebutkan:

“Beginilah firman Tuhan Allah, ‘Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah, ‘Awas!’ Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan, dan penyakit sampar. Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan rebah karena pedang, dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka. Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan mereka dan tanahnya, di mana saja mereka diam akan Kubuat menjadi musnah dan sunyi sepi mulai dari padang gurun sampai Ribla’.”

Peperangan Akhir Zaman ini sebagai Al-Malhamah al-Kubro, suatu huru-hara besar yang belum pernah ada tandingannya, yang merupakan arena penampakan Kuasa Allah untuk membungkam kesombongan orang-orang kafir.

Sebagaimana diyakini umat Islam dan juga ahli kitab, pada episode akhir zaman nanti, Isa Putra Maryam akan turun lagi ke bumi. Dalam keyakinan umat Islam, Nabi Isa a.s. turun ke bumi atas izin Allah swt. untuk menghakimi orang kafir Yahudi dan Israel, yaitu orang-orang Yahudi keturunan Samiri si penyembah sapi, serta semua yang menjadi pendukungnya (Rum/Romawi). Mereka bersama pendukung-pendukungnya akan dikumpulkan di gunung Magiddo (Armageddon). Di sinilah Dajjal, si Pendusta Besar berperan dalam terwujudnya Pertempuran Akhir Zaman. Di tengah-tengah pertempuran itu, Allah kirimkan “Hantaman yang Keras” (al-Bathsyah al-Kubro) yang menghantam dan memporak porandakan bala tentara Rum dan Israel sehingga mereka terbunuh dengan hebatnya. Puncak dari pertempuran itu, Allah menurunkan Nabi Isa a.s. Putra Maryam (Yesus) untuk membunuh Dajjal dan pengikutnya.

Peperangan Armageddon ini berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama. Sehingga, menyeret semua negara dunia ke dalam dua kelompok besar, yaitu kelompok kaum kafir yang dipimpin Dajjal dan poros kaum muslimin yang dipimpim oleh Al-Mahdi. Di tengah-tengah berkecamuknya perang ini, turunlah pertolongan Allah kepada kaum muslimin yaitu dengan diturunkannya Isa Almasih Putra Maryam. Isa akan turun di menara putih di timur Damaskus menjelang fajar. Kemudian Isa masuk ke markas kaum muslimin dan ikut dalam barisan shalat subuh. Setelah itu ia bersama Al-Mahdi (Imam Mahdi) akan memimpin kaum muslimin menyerbu seluruh markas kaum kafir, bahkan berhasil membunuh Dajjal dan seluruh orang kafir.

Menurut riwayat ahli qishas, setelah peperangan maha dahsyat ini dimenangkan oleh kaum muslimin, Imam Mahdi dan Isa al-Masih memimpin dunia dengan akidah Islam sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw. Beliau menghapus agama selain Islam dan mengutuk umat manusia yang pernah menuhankannya. Pada saat itu seluruh dunia menganut agama Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad saw. Manusia pada masa itu hidup dalam kerukunan dengan satu aqidah tanpa perbedaan.

Setelah beberapa lama Nabi Isa memimpin dunia, beliau kemudian wafat. Wafatnya Nabi Isa menjadi awal goyahnya aqidah umat Islam. Kesesatan kemudian merajalela, kekufuran kembali menjangkiti hati umat manusia, sehingga keislaman mereka kembali tercemar sampai hati mereka benar-benar dikuasai syaithan.

Menurut riwayat, pada saat itu umat Islam habis sama sekali dari dunia, tidak ada lagi penduduk dunia yang menyembah Allah, semua telah kafir kembali. Masa itu merupakan masa terakhirnya dunia ini dan menandakan kiamat akan segera tiba.

Wallahu a’lam.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui Segalanya.

Rabu, 12 Januari 2011

Rasul dan Puterinya

Sangat banyak pelajaran yang dapat kita petik dari keseharian Rasulullah saw. yang penuh dengan nasehat keislaman. Pernah dalam sebuah kesempatan beliau memberi nasehat kepada puteri tercintanya Fatimah az-Zuhra. Berikut ceritanya.

"Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, sesungguhnya dia berkata: Pada suatu hari Rasulullah saw datang kepada puterinya, Fathimah az-Zahra’. Beliau dapati Fathimah sedang menumbuk gandum di atas lumpang (batu/kayu penggiling), sambil menangis. Kemudian Rasul berkata kepadanya: "Apakah yang membuatmu menangis wahai Fathimah? Allah tiada membuat matamu menangis. "Fathimah kemudian menjawab: "Wahai ayahanda, aku menangis karena batu penggiling ini dan
kesibukanku dalam rumah".

Kemudian Nabi duduk di sampingnya. Dan Fathimah berkata lagi: "Wahai ayahanda, atas keutamaan engkau, mintalah kepada Ali agar dia membelikan bujang untukku supaya dapat membantuku menumbuk gandum dan menyelesaikan urusan rumah. "Setelah Nabi mendengar ucapan itu, maka Beliau bangkit dan menghampiri batu penggiling itu. Beliau ambil gandum itu dengan tangan Beliau yang mulia, kemudian beliau letakkan ke dalam batu penggiling, seraya mengucapkan ‘Bismillahir Rahmanir Rahim’. Maka atas izin Allah, batu penggiling itu berputar dengan sendirinya. Beliau turunkan gandum itu dari batu penggiling dengan tangan beliau sendiri. Batu penggiling itu terus berputar dengan sendirinya dan membaca tasbih dengan bahasa yang berbeda-beda sehingga selesai gandum tertumbuk semuanya.

Kemudian Rasulullah berkata kepada lumpang itu : "Berhentilah engkau dengan izin Allah", lalu lumpang itu berhenti dan berkata atas izin Allah, Zat yang mengucapkan segala sesuatu, seraya berkata dengan lisan yang fasih dan berbahasa Arab : "Ya Rasulullah, demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran sebagai nabi dan rasul, kalau saja engkau perintahkan aku untuk menggiling gandum jagat Timur dan Barat, tentu aku akan menggilingnya. Dan sesungguhnya aku mendengar firman dalam Kitab Allah : "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu daripada neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu-batu, sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, mereka tiada mendurhakai Allah tentang apa-apa yang disuruh-Nya dan mereka memperbuat apa-apa yang diperintahkan kepadamu." (Q.S. At Tahrim : 6 ).

Maka aku khawatir wahai Rasulullah, kalau-kalau aku menjadi batu yang dimasukkan kedalam neraka". Kemudian Nabi berkata kepada batu itu : "Bergembiralah engkau. Sesungguhnya engkau termasuk batu gedung Fathimah di surga". Maka ketika itu lumpang menjadi lega gambira dan diam.

Kemudian Nabi berkata kepada puterinya, Fathimah: "Kalau Allah menghendaki wahai Fathimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum untukmu. Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan untukmu, menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat derajatmu

Wahai Fathimah, barangsiapa orang perempuan yang menumbukkan (gandum) untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan untuknya setiap satu biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya setiap satu biji satu keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat derajatnya.

Wahai Fathimah, barang siapa orang perempuan berkeringat manakala menumbuk (gandum) untuk suamiya. Tentu Allah akan menjadikan antara dia dan neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki kemudian menyisir anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak mau membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum dari telaga "Kautsar" kelak di hari Kiamat.

Wahai Fathimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami terhadap istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka aku tidak mau berdo’a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai Fathimah, sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah sedang kemarahannya pertanda kemurkaan-Nya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mengandung janin dalam perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan ampun untuknya, dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu kebaikan serta menghapuskan darinya seribu keburukan.

Manakala dia menyambutnya dengan senyum, maka Allah akan menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia telah melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya bagaikan di hari dia lahir dari perut ibunya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada suaminya dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari dosa-dosanya bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya sebagai taman diantara taman-taman surga. Bahkan dia hendak diberi pahala seribu orang haji dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun untuknya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang perempuan berbakti kepada suaminya sehari semalam dengan hati lega dan penuh ikhlas serta niat lurus, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau (dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap sehelai rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya (pahala) seratus haji dan umrah.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di depan suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan’rahmat’.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya dengan hati yang lega, maka ada Pemanggil dari langit memanggilnya"mohonlah agar diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang belum lewat".

Wahai Fathimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan jenggot suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan meminuminya dari ‘rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya ketika mengalami sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya bagaikan taman dari pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari neraka serta lulus melewati shirat".

Akhlaqul Kariimah

Rasulullah Muhammad SAW. adalah seorang Rasul pilihan dan Nabi penutup yang tidak ada nabi setelah beliau. Mengingat tentang sosoknya, kembali kita teringat dengan tugas utama beliau diutus sebagai Rasul, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyempurnakan ahlak manusia.

Barangkali saja kita butuh akan nasehat beliau yang sarat dengan penyempurnaan akhlaq manusia, berikut saya kemukakan beberapa nasehat itu.

Hadits Pilihan. Book :61. Akhlak Baik.(no. 840 -867)
840. Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)

841. Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari kiamat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud)

842. Ummu Salamah, isteri Nabi Saw bertanya, “Ya Rasulullah, seorang wanita dari kami ada yang kawin dua, tiga dan empat kali lalu dia wafat dan masuk surga bersama suami-suaminya juga. Siapakah kelak yang akan menjadi suaminya di surga?” Nabi Saw menjawab, “Dia disuruh memilih dan yang dia pilih adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata, “Ya Robbku, orang ini ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya terhadapku. Kawinkanlah aku dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat.” (HR. Ath-Thabrani)

843. Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik. (HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi)

844. Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)

845. Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi Saw menjawab, “Katakan: ‘Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur)’.” (HR. Muslim)

846. Jauhilah segala yang haram niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki) Allah kepadamu niscaya kamu menjadi orang paling kaya. Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai bagi dirimu sendiri niscaya kamu tergolong muslim, dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa itu mematikan hati. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

847. Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. (HR. Ad-Dailami

848. Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari ahlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

849. Menghemat dalam nafkah separo pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separo akal, sedangkan bertanya dengan baik adalah separo ilmu. (HR. Ath-Thabrani)

850. Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

851. Kebijaksanaan adalah tongkat yang hilang bagi seorang mukmin. Dia harus mengambilnya dari siapa saja yang didengarnya, tidak peduli dari sumber mana datangnya. (HR. Ibnu Hibban)

852. Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi, lakukanlah apa yang kamu kehendaki. (HR. Bukhari

853. Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih afdhol di sisi Allah daripada menelan (menahan) amarah yang ditelannya karena keridhoan Allah Ta’ala. (HR. Ahmad)

854. Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi Saw berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Bukhari)

855. Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat. (HR. Ahmad)

856. Hati-hatilah terhadap prasangka. Sesungguhnya prasangka adalah omongan paling dusta. (HR. Bukhari)

857. Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)

858. Seorang yang baik keislamannya ialah yang meninggalkan apa-apa yang tidak berkepentingan dengannya. (HR. Tirmidzi)

859. Dekatkan dirimu kepada-Ku ( Allah ) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu. (HR. Muslim)

860. Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Bazzaar)

861. Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya. (HR. Ath-Thabrani)

862. Allah mewahyukan kepadaku agar kamu berprilaku rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan dirinya terhadap orang lain. (HR. Ahmad)

863. Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi’at dan kebengisan tabi’at di neraka. (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

864. Sesungguhnya cemburu (yakni cemburu yang wajar dan masuk akal adalah bagian) dari keimanan. (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih)

865. Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)

866. Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tentram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)

867. Orang yang membawa (mengangkut) sendiri barang dagangannya maka dia terbebas dari kesombongan. (HR. Al-Baihaqi).

Semoga hadits-hadits di atas bermanfaat terutama bagi saya sendiri, dan tentunya bagi kita semua yang menapaki jalan panjang bersama beliau menuju surga-Nya...

Semoga Allah tunjuki kita jalan yang lurus lagi diridhai-Nya... Amin.

Pesan Rasul

Ada sepuluh pesan Rasulullah saw yang mengajarkan kita praktis mengusir iblis dan bala tentaranya jika menyerang kita dengan rayuan-rayuan yang menyebabkan kita terjerumus kedalam jurang kehinaan tanpa kita sadari dengan memanfaatkan titik kelemahan kita . Mari kita memperhatikan pesan-pesan kenabian tersebut yang tertuang dalam bentuk dialog antara manusia dan setan ;

* Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Anakmu mati”. Katakan kepadanya: “Sesengguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan dariku (putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku gembira”.

* Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Hartamu musnah”.Katakan kepadanya: “Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat”.

* Jika ia datang kepadamu dan berkata : “Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorang pun”.Maka, katakan kepadanya :”Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan ( Mukhsinin)”.

* Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Betapa banyak kebaikanmu”, dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri (Ujub). Maka ia katakan kepadanya :”Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku”.

* Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Alangkah banyaknya shalatmu”. Maka katakan :”Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku”.

* Dan jika ia datang dan berkata :”Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang”. Maka katakan kepadanya :”Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan”.

* Dan jika ia berkata kepadamu :”Betapa banyak orang yang menzalimimu”. Maka katakan kepadanya :”Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak”.

* Dan jika ia berkata kepadamu :”Betapa banyak amalmu”. Maka katakan :”Betapa seringnya aku bermaksiat”.

* Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Minumlah minum-minuman keras!” Maka katakan :”Saya tidak akan mengerjakan maksiat”.

* Dan jika ia datang kepadamu dan berkata :”Mengapa kamu tidak mencintai dunia ?” Maka katakan :”Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya”.

Rabu, 27 Oktober 2010

Peran Manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna baik dari segi bentuk fisik maupun kelengkapan perangkat akal dan nafsu yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, tentunya selengkap manusia. Oleh karena itu, manusia memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengelola alam ini. Dan ini adalah amanah yang telah diterima oleh manusia pertama yang melangkahkan kakinya di planet bumi ini, yakni Adam a.s. dan isterinya Hawa.
Kewajiban menjaga dan mengelola bumi selanjutnya diartikan sebagai suatu usaha mengisi hidup oleh sementara umat manusia, sehingga pada kenyataan semacam ini akan melahirkan aktivitas-aktivitas yang hakikatnya melenceng dari tujuan sebenarnya. Betapa tidak, sangat banyak aktivitas-aktivitas manusia seperti penambangan yang semabarangan, pambalakan liar, pencemaran air laut dengan bahan kimia dan lain sebagainya, bukankah hal semacam ini merupakan pengelolaan yang mengarah kepada kehancuran dan ini telah dibuktikan oleh sebagain orang. Maka tidak heran jika bumi ini semakin porak poranda ditambah lagi dengan usia bumi yang sudah sangat tua.
Untuk itu, diperlukan suatu pemahaman yang baik terhadap peran manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. Yaitu sebagai penjaga dan pengelola bumi dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Dan pemahaman itu sebenarnya telah Allah firmankan dalam kitab-Nya al-Qur'an al-Karim. Sebaliknya, mengenai kehancurannya akibat tangan manusia pun telah tertulis sejak lebih 14 abad yang lalu dalam al-Qur'an yang diturunkan kepada rasul-Nya Muhammad SAW.
Tidak ada pilihan lain selain kita  kembali kepada petunjuk al-Qur'an agar hidup dan peran kita sebagai manusia lebih sempurna, terarah dan tidak terkesan menyia-nyiakan amanah Allah. Amin ya Allah..

Minggu, 11 Juli 2010

Aqsha tidak butuh Aku

Subhaanallah...........
Israel kian kejam terhadap Palestina.
Rakyat Palestina bagai terpenjera di tanah pribadi. Kian dihimpit, dipersempit, dan dibuat sakit. Penderitaan umat Islam Palestina adalah adalah penderitaan umat Islam sedunia. Bukankah kita satu dalam iman. Bukankah, "belum sempurna iman kita sebelum bisa mencintai umat islam lainnya sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri".
Masih ingatkah kita, saat Rasul SAW. melakukan perjalan malam dari Masjid Haram ke Aqsha. Sebuah perjalanan penuh hikmah dan sejarah. Beliau di sana bersama para malaikat dan ruh para nabi-nabi terdahulu, melepaskan kepergian Muhammad SAW yang secara khusus diundang Allah ke Arsy. Dari Aqsha Beliau menuju tempat Allah dengan penuh kemuliaan. Aqsha -lah yang menjadi saksi bisu detik-detik keberangkatan tersebut. Aqsha dengan senyum haru melihat Rasul SAW. di atas Buraq bersama Jibril AS. menuju sidhratul muntaha.
Bukankah kejadian malam itu kini menjadi renungan kita saat ini yang kita peringati dengan berbagai macam cara. Harusnya kita semua merasakan hal yang sama. Harusnya rakyat Palestina, tempat Aqsha bermukim, juga bisa bahagia sebagaimana kebahagiaan kita.
Subhanallah... Kini Aqsha sedang menyaksikan umat Muhammad SAW. dalam kesedihan dan linangan air mata, kemana senyum Aqsha yang dulu terukir indah di kubahnya yang indah. Dimana para mujahid Islam, dimana semangat syuhada Islam, dimana Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Hamzah, dan seluruh semangat ashabusy syahid bangsa ini.
Sadarkah kita, jika Allah mau, detik ini juga Allah bisa menghancurkan tirani musuh Aqsha itu, detik ini juga Allah bisa membebaskan Gaza, Palestina dan Rakyat Islam Palestina dari ancaman Zionis. 
Percayalah, bukan Aqsha yang membutuhkan bantuan kita, Palestina hanya butuh pertolongan Allah, tapi pada hakikatmya kita-lah yang membutuhkan Aqsha, kita-lah yang berharap Allah mencatat nama kita sebagai seorang hamba yang berjihad di jalan-Nya.
Allah tidak butuh kamu, kamu lah yang butuh Allah.

Sabtu, 10 Juli 2010

Aceh dan Syari'at Islam

Ada satu kalimat yang sering diucapkan orang-orang tua dulu; “hukoem ngon adat lagee zat ngon sipeuet”, (Hukum dengan adat seperti benda dengan sifatnya, yaitu benda dengan ciri-ciri benda tersebut). Kalimat ini begitu populer pada zaman-zaman kejayaan Aceh yang dilatarbelakangi oleh kejayaan Islam. Kalimat ini sesungguhnya menceritakan bagaimana sesungguhnya Islam di Aceh pada saat itu. Betapa orang-orang Aceh pada saat itu tidak memisahkan antara adat dan syariat islam. Hal ini sangat jelas terlihat dari kalimat di atas tadi. “Hukom” yang dimaksud pada kalimat itu merupakan syariat Islam sedangkan “sipeuet” adalah ciri-ciri syariat Islam itu sendiri. Dengan demikian, Syariat Islam yang dijalankan di Aceh pada saat itu dapat dilihat dari adat kebiasaan orang-orang Aceh itu sendiri. Hal ini berarti pula bahwa pada dasarnya adat orang Aceh tidak terlepas dari Syariat Islam, karena kita yakin bahwa tidak mungkin ada suatu benda tanpa disertai sifat dan ciri-cirinya, sebaliknya tidak mungkin ada sifat dan ciri-cirinya jika benda yang ditunjukkan oleh ciri-ciri benda tersebut tidak ada. Ini merupakan pengakuan yang pada saat ini tidak perlu dibuktikan. Dan itu pula prestasi gemilang yang pernah diraih bangsa Aceh dan umat Islam di Aceh. Kejayaan Islam di Aceh adalah kejayaan bangsa Aceh dan kejayaan bangsa Aceh adalah kejayaan Islam di Aceh.

Ini merupakan secuil prestasi yang pernah diraih bangsa Aceh masa dulu. Namun hari ini semua itu telah kusam nyaris sirna dimakan waktu dan peradaban. Kemanakah kebanggaan yang pernah kita miliki ini harus kita cari, dimanakah jati diri kita sebagai bangsa dan umat yang bersyariat. Harusnya kita merasa malu bila harus disyariatkan.

Syariat islam yang dulu pernah mewarnai dan menjadi warna kehidupan bangsa Aceh zaman dulu, kiranya kini telah menjadi amanah bagi bangsa Aceh saat ini untuk meraih kejayaan seperti yang pernah diraih bangsa dan umat ini 803 tahun yang silam.

Kita barangkali patut bersyukur, pelaksanaan syariat Islam di Aceh telah diakui dan dilindungi Undang-Undang Negara kita Indonesia. Hal ini merupakan suatu kecemerlangan yang patut kita kembangkan dan kita pelihara secara bersama-sama. Dengan harapan dapat melahirkan kesadaran sebagai bangsa dan umat yang beragama Islam.