Ada satu kalimat yang sering diucapkan orang-orang tua dulu; “hukoem ngon adat lagee zat ngon sipeuet”, (Hukum dengan adat seperti benda dengan sifatnya, yaitu benda dengan ciri-ciri benda tersebut). Kalimat ini begitu populer pada zaman-zaman kejayaan Aceh yang dilatarbelakangi oleh kejayaan Islam. Kalimat ini sesungguhnya menceritakan bagaimana sesungguhnya Islam di Aceh pada saat itu. Betapa orang-orang Aceh pada saat itu tidak memisahkan antara adat dan syariat islam. Hal ini sangat jelas terlihat dari kalimat di atas tadi. “Hukom” yang dimaksud pada kalimat itu merupakan syariat Islam sedangkan “sipeuet” adalah ciri-ciri syariat Islam itu sendiri. Dengan demikian, Syariat Islam yang dijalankan di Aceh pada saat itu dapat dilihat dari adat kebiasaan orang-orang Aceh itu sendiri. Hal ini berarti pula bahwa pada dasarnya adat orang Aceh tidak terlepas dari Syariat Islam, karena kita yakin bahwa tidak mungkin ada suatu benda tanpa disertai sifat dan ciri-cirinya, sebaliknya tidak mungkin ada sifat dan ciri-cirinya jika benda yang ditunjukkan oleh ciri-ciri benda tersebut tidak ada. Ini merupakan pengakuan yang pada saat ini tidak perlu dibuktikan. Dan itu pula prestasi gemilang yang pernah diraih bangsa Aceh dan umat Islam di Aceh. Kejayaan Islam di Aceh adalah kejayaan bangsa Aceh dan kejayaan bangsa Aceh adalah kejayaan Islam di Aceh.Ini merupakan secuil prestasi yang pernah diraih bangsa Aceh masa dulu. Namun hari ini semua itu telah kusam nyaris sirna dimakan waktu dan peradaban. Kemanakah kebanggaan yang pernah kita miliki ini harus kita cari, dimanakah jati diri kita sebagai bangsa dan umat yang bersyariat. Harusnya kita merasa malu bila harus disyariatkan.
Syariat islam yang dulu pernah mewarnai dan menjadi warna kehidupan bangsa Aceh zaman dulu, kiranya kini telah menjadi amanah bagi bangsa Aceh saat ini untuk meraih kejayaan seperti yang pernah diraih bangsa dan umat ini 803 tahun yang silam.
Kita barangkali patut bersyukur, pelaksanaan syariat Islam di Aceh telah diakui dan dilindungi Undang-Undang Negara kita Indonesia. Hal ini merupakan suatu kecemerlangan yang patut kita kembangkan dan kita pelihara secara bersama-sama. Dengan harapan dapat melahirkan kesadaran sebagai bangsa dan umat yang beragama Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar